“dapat bekerja secara team dan bisa bekerja di bawah tekanan”
Sebenarnya kalimat begitu bukan
tanpa alasan disertakan dalam selebaran kerja karena memang tipe tipe begitu
yang dicari untuk bekerja. Kita berbicara tentang pekerja di Indonesia secara
garis besar sebagian atau bahkan hampir perusahaan di Indonesia dimiliki atau
dikepalai oleh pihak asing. Well,ini membuktikan bahwa adanya persaingan SDM
yang kita miliki dengan SDM luar. Faktanya,kita masih jauh kalah bersaing.
Bukan karena disamber gledek saya
tetiba membahas beginian karena memang fase hidup saya sudah mencapai titik itu
kondisi di mana saya merasakan betul bagaimana sebuah perusahaan so much need yang namanya team work
and under pressure.
Ketika dulu masih polosnya hidup
sebagai mahasiswa yang nilainya pas-pasan karena menurut saya kuliah itu yang
penting dapet nilai aman selesai. Setiap uts atau final test belajarnya selalu dengan sistem kebut kebutan nggak
pernah niat mau belajar jauh-jauh bulan sejak materi kuliah disampaikan karena
cenderungnya saya yang agak kurang suka duduk manis dengerin dosen ngajar, semangat
kuliahnya muncul kalau yang ngajar dosen tertentu aja.
Untungnya well saya bilang beruntung karena memang nggak akan ada kata ganti
yang pas ketika seorang mahasiswi seperti saya memutuskan berorganisasi semasa
kuliah oh lebih tepatnya manfaat kali ya. Jadi ketika bosan dengan kuliah
seabrek kegiatan di organisasi bisa mengalihkan dunia yang menjemukan. Sebagai
anak perantauan saya berulang kali mikir seandainya waktu itu saya nggak ikut
organisasi apa jadinya saya yang nilai IPK pas-pasan nggak pinter-pinter banget
yang hidupnya cuman kuliah pulang kuliah pulang menghadapi social life seperti sekarang.
Intinya mahasiswa yang berorganisasi itu selain dapat materi ya dapet skill juga. Kenapa saya bilang begitu ya karena saya merasakan sendiri hasil dari “nggak sekadar kuliah” ini saya merasa kalau sikap saya sekarang jauh lebih baik dari saya yang dulu. Hasil dari pengalaman berorganisasi yang membentuk pribadi saya lebih confident dan pola hidup yang lebih dinamis ditempa dengan banyak kegiatan kepanitiaan yang memang mengharuskan berhadapan dengan banyak orang selain itu pembentukan sikap menghormati kepada yang tua dan mengasihi kepada yang muda jadi nggak sekadar senior-junior aja begitu.
Berbicara pengalaman sih memang
nggak bisa disama ratakan ya, setiap orang berhak memilih mau dia pas kuliah
berorganisasi ato nggak. Well, kita bisa
melihat jelas gimana perbedaannya orang yang terbiasa organize sama kerjaan dengan yang nggak. Masalahnya saya suka sebel
sendiri dengan orang-orang yang memang nggak bisa diajak kompromi masalah teamwork namanya dunia kerja mesti
banget dituntut professional nggak
seperti zaman kuliah pas dapet deadline
kerjaan ngerjainnya entar entar aja suka mood
nggak jelas bentar-bentar ngeluh, pas ditanya “kenapa kamu begini atau kenapa
kamu begitu?” jawabnya macem macem perusahaan terlalu ketat aturan lah, bosnya galak,
karyawannya sok senior banget lah blab la bla.
Menurut saya kita nggak bisa
selamanya menyalahkan suatu sistem di tempat kerja kalau memang dari kita yang
nggak bisa berbuat sesuatu untuk sistem kerja itu sendiri, menyerah begitu aja
nggak bisa merubah kondisi seseorang jadi lebih baik kan, selalu ada tuntutan
dalam setiap pekerjaan yang mengharuskan kita sigap dalam setiap kondisi.
Maka dari itu sekarang ini
istilahnya cuman modal ijazah S1 aja nggak menjamin seseorang bakal langsung
diterima kerja di suatu perusahaan, terus juga orang perusahaan nggak sekadar
melihat seseorang itu punya IPK tinggi ato standar yang jelas mereka melihat
nilai lebihnya dalam artian ‘ni orang punya skill
apaan buat kerja di kantor gue’.
Saya sih berharap sekali ketika
seseorang mulai melewati fase perguruan tinggi nya mereka nggak sekadar kuliah
mereka juga bisa mengembangkan skill
yang memang sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan entah itu berorganisasi
atau buka usaha deh yang seenggaknya malah membuka lapangan kerja bagi orang
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar