Laman

11/10/2017

Setelah Kuliah

Kebanyakan disetiap lowongan kerja selalu tertulis kalimat begini :

“dapat bekerja secara team dan bisa bekerja di bawah tekanan”

Sebenarnya kalimat begitu bukan tanpa alasan disertakan dalam selebaran kerja karena memang tipe tipe begitu yang dicari untuk bekerja. Kita berbicara tentang pekerja di Indonesia secara garis besar sebagian atau bahkan hampir perusahaan di Indonesia dimiliki atau dikepalai oleh pihak asing. Well,ini membuktikan bahwa adanya persaingan SDM yang kita miliki dengan SDM luar. Faktanya,kita masih jauh kalah bersaing.

Bukan karena disamber gledek saya tetiba membahas beginian karena memang fase hidup saya sudah mencapai titik itu kondisi di mana saya merasakan betul bagaimana sebuah perusahaan so much need yang namanya team work and under pressure.

Ketika dulu masih polosnya hidup sebagai mahasiswa yang nilainya pas-pasan karena menurut saya kuliah itu yang penting dapet nilai aman selesai. Setiap uts atau final test belajarnya selalu dengan sistem kebut kebutan nggak pernah niat mau belajar jauh-jauh bulan sejak materi kuliah disampaikan karena cenderungnya saya yang agak kurang suka duduk manis dengerin dosen ngajar, semangat kuliahnya muncul kalau yang ngajar dosen tertentu aja.

Untungnya well saya bilang beruntung karena memang nggak akan ada kata ganti yang pas ketika seorang mahasiswi seperti saya memutuskan berorganisasi semasa kuliah oh lebih tepatnya manfaat kali ya. Jadi ketika bosan dengan kuliah seabrek kegiatan di organisasi bisa mengalihkan dunia yang menjemukan. Sebagai anak perantauan saya berulang kali mikir seandainya waktu itu saya nggak ikut organisasi apa jadinya saya yang nilai IPK pas-pasan nggak pinter-pinter banget yang hidupnya cuman kuliah pulang kuliah pulang menghadapi social life seperti sekarang.

Intinya mahasiswa yang berorganisasi itu selain dapat materi ya dapet skill juga. Kenapa saya bilang begitu ya karena saya merasakan sendiri hasil dari “nggak sekadar kuliah” ini saya merasa kalau sikap saya sekarang jauh lebih baik dari saya yang dulu. Hasil dari pengalaman berorganisasi yang membentuk pribadi saya lebih confident dan pola hidup yang lebih dinamis ditempa dengan banyak kegiatan kepanitiaan yang memang mengharuskan berhadapan dengan banyak orang selain itu pembentukan sikap menghormati kepada yang tua dan mengasihi kepada yang muda jadi nggak sekadar senior-junior aja begitu.

Berbicara pengalaman sih memang nggak bisa disama ratakan ya, setiap orang berhak memilih mau dia pas kuliah berorganisasi ato nggak. Well, kita bisa melihat jelas gimana perbedaannya orang yang terbiasa organize sama kerjaan dengan yang nggak. Masalahnya saya suka sebel sendiri dengan orang-orang yang memang nggak bisa diajak kompromi masalah teamwork namanya dunia kerja mesti banget dituntut professional nggak seperti zaman kuliah pas dapet deadline kerjaan ngerjainnya entar entar aja suka mood nggak jelas bentar-bentar ngeluh, pas ditanya “kenapa kamu begini atau kenapa kamu begitu?” jawabnya macem macem perusahaan terlalu ketat aturan lah, bosnya galak, karyawannya sok senior banget lah blab la bla.

Menurut saya kita nggak bisa selamanya menyalahkan suatu sistem di tempat kerja kalau memang dari kita yang nggak bisa berbuat sesuatu untuk sistem kerja itu sendiri, menyerah begitu aja nggak bisa merubah kondisi seseorang jadi lebih baik kan, selalu ada tuntutan dalam setiap pekerjaan yang mengharuskan kita sigap dalam setiap kondisi.

Maka dari itu sekarang ini istilahnya cuman modal ijazah S1 aja nggak menjamin seseorang bakal langsung diterima kerja di suatu perusahaan, terus juga orang perusahaan nggak sekadar melihat seseorang itu punya IPK tinggi ato standar yang jelas mereka melihat nilai lebihnya dalam artian ‘ni orang punya skill apaan buat kerja di kantor gue’.

Saya sih berharap sekali ketika seseorang mulai melewati fase perguruan tinggi nya mereka nggak sekadar kuliah mereka juga bisa mengembangkan skill yang memang sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan entah itu berorganisasi atau buka usaha deh yang seenggaknya malah membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar