So kenapa
akhirnya memutuskan ke Langara. Sejujurnya rencana ini memang dicetuskan oleh
teman-teman dan berhubung lokasi nya lebih dekat dicapai dari tempat tinggal
saya. Maka disepakatilah untuk stay
overnight di kediaman saya.
Let’s imagine dua teman yang berbeda
mukim harus saling menyesuaikan jadwal masing-masing biar bisa ambil waktu
kosong. Yang satu dari Banjarmasin satunya lagi dari Samarinda.
| Gunung Batu Langara |
Beruntung,karena
waktu itu masih -jatah- libur lebaran berangkatlah kita mencari kitab
suci menuju Langara.
Awalnya saya
mikir mungkin Langara akan seperti tempat wisata yang view nya sudah didekorasi
masyarakat sekitar dengan beraneka payung warna-warni dan kawat berbentuk hati
ya tapi pas nyampe sana semua ekspektasi yang ngalor ngidul hilang.
Sebenarnya kenapa saya mikirnya tempat ini akan -alay- seperti yang lain karena jalurnya tepat berada di belakang rumah penduduk sekitar jadi kesannya macam mau ke kebun orang aja gitu. Persiapan juga nggak macem-macem kayak biasa mau muncak bawa matrass lah bawa alat penerang lah jas hujan obat-obatan dan kawan-kawannya.
All of that we find little paradise paradise paradise (one of song turn on my head) that is Gunung Langara. So beautiful scenery a sweet sunrise a full of ‘peluh’ such a worth it.
Buat kalian yang
mau ngabisin weekend nya di Gunung
Langara silahkan guys terutama yang suka manjat manjat pohon mendaki
gunung lewati lembah ya. Akses dan jalurnya juga mudah dicapai cukup sediakan
banyak air putih buat kalian yang jarang jalan menanjak atau bawa makanan yang
super banyak kalau kalian mau lama-lama nikmatin puncak Gunung Langara dan
tentunya keep safety.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar