Laman

9/19/2017

Menapak Langara


So kenapa akhirnya memutuskan ke Langara. Sejujurnya rencana ini memang dicetuskan oleh teman-teman dan berhubung lokasi nya lebih dekat dicapai dari tempat tinggal saya. Maka disepakatilah untuk stay overnight  di kediaman saya. Let’s imagine dua teman yang berbeda mukim harus saling menyesuaikan jadwal masing-masing biar bisa ambil waktu kosong. Yang satu dari Banjarmasin satunya lagi dari Samarinda.


Gunung Batu Langara
Beruntung,karena waktu itu masih -jatah- libur lebaran berangkatlah kita mencari kitab suci menuju Langara.

Awalnya saya mikir mungkin Langara akan seperti tempat wisata yang view nya sudah didekorasi masyarakat sekitar dengan beraneka payung warna-warni dan kawat berbentuk hati ya tapi pas nyampe sana semua ekspektasi yang ngalor ngidul hilang.



Sebenarnya kenapa saya mikirnya tempat ini akan -alay- seperti yang lain karena jalurnya tepat berada di belakang rumah penduduk sekitar jadi kesannya macam mau ke kebun orang aja gitu. Persiapan juga nggak macem-macem kayak biasa mau muncak bawa matrass lah bawa alat penerang lah jas hujan obat-obatan dan kawan-kawannya.

All of that we find little paradise paradise paradise (one of song turn on my head) that is Gunung Langara. So beautiful scenery a sweet sunrise a full of ‘peluh’ such a worth it.
  




Buat kalian yang mau ngabisin weekend nya di Gunung Langara silahkan guys terutama yang suka manjat manjat pohon mendaki gunung lewati lembah ya. Akses dan jalurnya juga mudah dicapai cukup sediakan banyak air putih buat kalian yang jarang jalan menanjak atau bawa makanan yang super banyak kalau kalian mau lama-lama nikmatin puncak Gunung Langara dan tentunya keep safety.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar