Laman

11/09/2012

Perjalanan Ke-23 dan isinya...

Kembali saya menulis...
Bercerita tentang saya yang saat ini sedang gundah gulana..ahaha..
Tidak, bukan seperti itu sebenarnya..

Tentang sebuah perjalanan hingga mencapai kekinian yang eksistensinya masih tetap bertahan.
Sejak pertama kali diresmikan menjadi Anggota Muda..rasanya saya masih menjadi pribadi yang 'mencari'.
Mencari bagaimana saya sebenarnya..mencari akan seperti apa jalan pilihan saya nanti.

tetapi, terlepas dari itu semua...
Pada detik-detik usia yang tak muda...perjalanan mencapai 23 tahun..
Selamat Ulang Tahun Mapala Fisipioneer Fisip Unlam Banjarmasin...
Tetap pada motto "Jangan ambil apapun selain kenangan, jangan tinggalkan apapun selain jejak putihmu".


10 November 1989 - 10 November 2012
Rasanya baru kemarin menginjakkan kaki di pelataran sekretariat UKM-F yang paling fenomenal di kampus Fisip ini.
Sejak 10 November 1989 dikukuhkan hingga sekarang mencapai usia matang kedewasaan.
Tak sedikit badai yang menghujani kesetiaan persaudaraan yang kokoh di dalamnya.
Hingga akhirnya saya tak bisa berbicara banyak kata untuk merangkainya..

Selamat kepada keluarga yang hebat..keep our crosess finger...keep our friendship.
FISIPIONEER....!!!BANTAIII!!!


Keluarga besar Mapala Fisipionerr Fisip Unlam Banjarmasin

dan selamat kepada individu-individu yang terpilih..
Anggota Muda Angkatan XXIII MPA FISIPIONEER FiSIP UNLAM BANJARMASIN



ini cerita yang tak pernah pudar saudara saudariku...kerinduan terbesar yang menghujam..
MPAF/FAJAR/2009
Diklatpan XX


Pendakian gn. Halau-Halau 2011


Buka Puasa Bersama 2012

Pencarian akan terus dicari..selama saya masih bersama kalian, maka pencarian itu tidaklah sulit untuk dijangkau...

10/27/2012

si 'Uning nya Ndul'

Beberapa hari ini cuma di 'rumah lebah'
kalau pun harus keluar hanya berkunjung ke tempat nya si Ndul dan jalan.
Rasanya udah lama gk nyapa si Uning nya Ndul, ternyata udah besarrrr...
Seperti baru kemarin dia masih malu-malu gitu sama saya
nah, sekarang kalau saya kunjungan ke rumah..dia pasti pengennya deket-deket saya mulu

lucu lagi..

Yang ini waktu pertama kali tau ada si Uning, sama kembarannya si Ndut

Nah, si Uning lagi action. Ceritanya lagi tidur, tapi saya tau dia lagi ngintip =_=
Ikut narsis sama si Uning nih.
Tadaaaa...My name is Uning..>_<
Sejak pertama diceritain Ndul, kalau piaraan nya melahirkan, langsung exiting bangett.
Dikasih liat fotonya si kembar...dan langsung jatuh hati sama si Uning yang satu ini.
Alasannya simple, si Uning mirip Ndul..hihi..Laki dan gesit..hoho..
Walaupun saya gak bisa liat dia full time.
Nah, kalau si kembarannya juga sama..cewek tapi lebih gesit lagi..gk bisa diem. Sekarang aja dia udah agak kurusan, sayang gak update fotonya nih.
Mungkin dilain waktu akan ada ruang khusus untuk si Ndut..Miss you..

1.515 MDPL

Pada cerita terdahulu yang entah di posting kapan...
ada segelintir kisah tentang refresh otak ke gunung...ahaha...

Untuk kisah yang ini..
saya akan menuliskan catatan perjalanan pendakian ke alam bebas a.ka gunung..
Walaupun postingan ini pertama, tetapi untuk pendakian ini yang kedua kalinya.

Berada pada ketinggian sekitar 1.515 mdpl. gn. Hauk ini memiliki pemandangan yang tak biasa.
Walaupun secara keseluruhan gunung tertinggi kedua di Kalimantan Selatan, tetapi memiliki view yang paling bagus.

Rute utama perjalanan ini dari Banjarmasin menuju kota Paringin selama 6 jam perjalanan darat.
Kemudian, dari kota Paringin menuju desa Sum-sum kurang lebih 1 jam perjalanan darat.
Tetapi, bagi pendaki yang ingin melakukan perjalanan santai, tak ada salahnya untuk barang satu malam menginap di desa Sum-sum karena di sini kita bisa melihat 'gunung batu' yang unik.

Dari desa Sum-sum, berangkat pukul 08.00 pagi menuju desa Ajung dapat di tempuh dengan waktu 1 jam. Jangan mearsa dekat yaa...walaupun perjalanan darat selama satu jam..tetapi rute ini bisa bikin kita 'spot' jantung untuk kunjungan pertama. Saya sendiri sudah merasakannya...haha..
Tetapi, terlebih dari semua itu kita akan tetap disuguhi pemandangan alam yang menyegarkan otak. Hutan dan sawah yang masih hijau serta warga desa yang begitu ramah.


Dari desa Ajung, kita bisa langsung melakukan pendakian menuju puncak gn. Hauk.
Perjalanan yang di tempuh sekitar 6 jam pendakian.
Sesampai di camp pertama, daerah Karang Bintang, kita bisa menyiapkan makan siang dan mengisi pasokan air untuk menuju puncak. Karena, apabila kita melakukan perndakian sejak pagi maka untuk istirahat siang bisa langsung sampai di camp pertama.



sekitar waktu sore, kita akan disuguhi pemandangan 'bukit lumut' biasanya saya sebut di kaki puncak.
Hingga mencapai puncak pemandangan indah ini tak pernah menginginkan saya untuk berkedip.





so fun,..so nice..and so sad..

rasanya benar benar ,menyenangkan mengikuti program kuliah satu bulan kebelakang.
gk ada teori yang bisa dibahas sepanjang kitab-kitabnya profesor,..

kenangan terindah dengan orang-orang bersahaja dan keluarga baru yang hadir menghiasi senyum.
KKN tak seburuk yang dibayangkan,..at least, selama orang itu sendiri bisa memberikan penghayatannya terhadap lingkungan baru.

terbukti,..gk ada yang namanya kekecewaan yang tersisa terhadap warga sekitar ataupun teman seperjuangan.
Desa Kolam Kanan Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala telah menjadi saksi dari sembilan orang dalam mengikat keakraban.



6/10/2012

Dumel Sendiri


Selamat malam untuk kalian semua,...
rasanya sudah -sangaaaaaat- lama tidak bersua,....dengan my side work ini,.hahahaha,..

Cukup.
ini minggu tenang yang ternyata tidak menenangkan, harus kembali menghadapi segala ujian-ujian aneh pada kuliah itu.
jujur iia,.aku belum menyiapkan alat tempur, tapi aku yakin memiliki kunci yang pada akhirnya hanya dengan caraku saja bisa menggunakannya..kira-kira apaaaa...
seminggu tanpa menyentuh materi-materi,...sekarang time to stand out (ngambil istilah AgnesMo) untuk bersinarr,..woy,.woy,.ketinggian iia????
gk papa deh,..mimpi itu harus tinggi...tinggi sampai ke langit yang menembus batas cakrawala hingga meruak ke angkasa raya dan akhirnya kembali kepada pikiran ku untuk mengatakan SIAP!!!GERAK!!!

hanya dengan modal, yang mereka bilang aku terlalu santai untuk menghadapi keseriusan..hmmmm..
mereka kan,. tidak tau seberapa serius aku,.hahaha,..

bagaimana menyuarakannya iia,...sensasi ini cukup menggelikan.
antara rasa jenuhnya kuliah dengan semngatnya untuk terus menggali konsentrasinya.
kata si artis yang tadi di TV _Semangat untuk sukses dengan Bismillah_

Banjar...Banjar....


FILOSOFI PEDAGANG DI PASAR TERAPUNG

A. Selayang Pandang
Pasar Terapung Muara Kuin adalah pasar tradisional yang berada di muara Sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di pasar ini, para pedagang dan pembeli melakukan aktivitas jual beli di atas perahu tradisonal. Perahu tersebut biasa disebut dengan nama jukung. Adapula jenis kapal bermotor yang ikut meramaikan aktivitas pasar ini, yakni klotok.
Pasar Terapung Muara Kuin merupakan salah satu bentuk pola interaksi jualbeli masyarakat yang hidup di atas air. Pasar ini dimulai setelah shalat Subuh dan akan berakhir ketika matahari telah beranjak naik atau sekitar jam 09.00 Wita. Apabila lewat dari jam tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa pasar bakal sepi. Hal ini dikarenakan para pedagang telah berpencar menyusuri sungai-sungai kecil, untuk menjual barang dagangnya kepada penduduk yang rumahnya berada di bantaran sungai.
Pasar terapung ini sudah ada lebih dari 400 tahun lalu dan merupakan sebuah bukti aktivitas jual-beli manusia yang hidup di atas air. Seperti halnya pasar-pasar yang ada di daratan, di pasar terapung ini juga dilakukan transaksi jual beli barang seperti sayur-mayur, buah-buahan, segala jenis ikan, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Pembelian dari tangan pertama disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan.
Namun sayang, kondisi aktraktif aktivitas jual-beli di atas perahu tersebut semakin lama semakin pudar pamornya, baik karena jumlah jumlah pedagang yang semakin sedikit, sikap penjual yang tidak lagi cukup bersahabat, ataupun kurangnya dukungan dari pemerintah Kota Banjarmasin. Kebijakan pemerintah membangun pasar di darat dekat dengan Pasar Terapung Kuin dan pembangunan ratusan jembatan rendah yang menghalangi akses lalu lintas sungai, baik langsung atau tidak, merupakan salah satu penyebab semakin memudarnya aktivitas jual-beli di floating market ini.
B.Keistimewaan

Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk, sesuatu yang unik dan langka.
Mengunjungi Pasar Terapung Muara Kuin akan memberikan kenangan tak terlupakan tentang bagaimana masyarakat yang hidup di atas air memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, pengunjung juga akan mengetahui pola transaksi jualbeli yang telah berumur lebih dari 400 tahun. Oleh karenanya, pasar ini menjadi saksi bisu perjalanan aktivitas ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan. Sehubungan denngan hal tersebut, maka muncul pameo belum ke Banjarmasin jika belum mengunjungi Floating Market Muara Kuin.
Salah satu keunikan dari Pasar Terapung adalah desak-desakan antara perahu besar dan perahu kecil yang mencari pembeli, serta penjual yang bersliweran kesana kemari dan kapalnya yang dimainkan gelombang Sungai Barito. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang bersarkan barang dagangan.
Suasana berdesak-desakan antara perahu besar di pasar terapung ini cukup unik dan khas. Para pengemudi jukung dengan mahirnya mengayuh dan mengejar pembeli atau penjual yang berseliweran kian kemari dan perahu mereka kerap oleng dimainkan gelombang Sungai Barito. Bagi wisatawan yang datang dari kota-kota besar, akan merasakan sensasi tersendiri ketika mengamati pedagang wanita dengan topi lebarnya berperahu menjual hasil kebun atau makanan olahannya sendiri.
Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung, pembagian pedagang berdasarkan barang dagangan, dan tempat berjualan yang selalu berpindah-pindah.
Bagi pengunjung yang hanya ingin bersantai, bisa menikmati secangkir teh atau kopi, plus makanan/kue khas Banjar, sembari menikmati goyangan ombak yang menerpa klotok yang ditumpangi. Pengunjung juga dapat menyaksikan rumah-rumah terapung (Rumah Lanting) yang berada di sepanjang pinggiran sungai.