Laman

8/14/2011

Be Your Self


Pengenalan jati diri, file itulah yang akhirnya kutemukan dari sekian tumpuk file di data ‘si coklat jinjing’ ini. Rasanya aku tidak pernah ingat menyimpan tulisan tentang ini di sini. Tapi, daripada harus menjadi kumpulan ‘junk’ tak ada guna, ku buka dan coba memahami apa sih yang di tulis dari konsep pengenalan jati diri itu.
Berhubung kelompok “minoritas” yang ku ikuti ini lebih mengembangkan kepada skill lapangan serta kecakapan dalam berorganisasi, maka tidaklah salah jika jati diri menjadi kunci penting dalam memahami diri guna memantapkan kinerja masing-masing personalnya. Dan kupikir diriku yang tak ada guna ini, masih jauh dari yang namanya bagaimana jati diri itu sebenarnya.

Sedikit berbagi saja nih, seperti apa sih mengenal jati diri itu baik orang lain dan kepada diri sendiri yang penting.
Siapa aku?
Seperti apa aku?
Jati diri merupakan suatu pembawaan ilmiah manusia yang terbentuk dari bebeapa faktor, beberapa seperti keluarga, sosial masyarakat, lingkungan pergaulan.
Beberapa pengaruh nya terhadap kehidupan pribadi individu:
    Berpengaruh terhadap pembentukan :
  • Prinsip.    
  • Karakteristik
  • Life Style ( gaya hidup)
  • Pola pikir
  • Kepribadian
  • Tingkah laku sehari-hari
  • Mobilitas kerja keseharian.
Bagaimana cara mengenal jati diri:
                # Pribadi
-          Posisi dalam lingkungan kehidupan keluarga , masyarakat, pergaulan;
-          Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki;
-          Karakter: Apa saja perihal yang kusenangi dan apa saja perihal yang kubenci. 
# Orang lain
-          Abstrak, tidak dapat diketahui secara khusus, jati diri hanya dikuasai oleh individu.

Sebagai pencinta alam yang aktifitasnya terjun langsung kelapangan, penguasaan karakteristik pribadi maupun anggota kelompok itu sangat penting. Mengapa demikian? Karena tanpa penguasaan tersebut team work atau pun aktifitas kerja kelompok akan mengalami kendala dalam visi dan misi yang ingin dicapai, karena berkenaan dengan hal-hal yang berkaitan dengan (pola fikir, prinsip dan Mobilitas kerja) individu-individunya.

                Bagaimana cara mengenal karakter:
1.        Pola pikir
2.        Sifat:
a.        Emosional (kepekaan terhadap suatu konflik baik positif maupun negative)
b.        Ego (ambisius atau tidaknya manusia)
3.        Gaya hidup (cenderung yang dominan), cth: senang dengan cara hidup yang simple, ada pula                     senang dengan cara hidup dan pola fikir orang orang barat yang sering membuat sensasi
4.        Latar belakang kehidupan lingkungan (keluarga, masyarakat, pergaulan)yang mengarah pada  acuan pendidikan bagi individu,
5.        Sejarah hidup.


Apabila sudah dikuasai maka ilmu ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dengan sendirinya dapat berkamuflase dalam setiap element kehidupan.

Nah, setidaknya cukuplah bagi kita (terutama aku iia,..) bisa memahami bagaimana jati diri itu ada dan memahamai bagaimana jati diri it sendiri. Sesungguhnya, jati diri tidak hanya di pahami dalam materi-materi begitu saja tetapi lebih kepada bagaimana teknis praktisnya. Hmmm,…kupikir tak perlu lah kita sesempurna sebuah teori, tetapi bisa berpikir lebih baik dari kemarin saja itu sudah menjadi hal yang lebih dari jati diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar