Laman

10/10/2011

Sasirangan oh sasirangan =_=


Rasanya hanya ingin berteriak sekeras gema menyahut raungan suaraku! (Nah, lho..gimana tuh??haha)
Dengan segala kepusingan yang sudah ada, ditambah lagi dengan hal kecil yang membuatku berpikir ingin begini saja, ingin begitu saja, harus seperti ini deh atau bahkan aku yang harus memulai untuk mengadakannya! Sesuai dengan materinya Om Mario ‘super’ Teguh tadi malam, from galau to wisdom, kekekeke……

Sejarahnya begini (udah kaya jaman kapaaann,.gitu)
Dengan niat pengen beli baju sasirangan nih..maka aku dengan motor 125cc bersama Riska (yang selanjutnya akan disebut sebagai teman) yang kubonceng di belakang berangkatlah menuju pasar Sudimampir Banjarmasin. Berharap cuaca agak mendung walaupun tidak menginginkan hujan ketika itu. Tetapi, beruntung hujan tidak melainkan panas’manggantang buannya ae’. Tetap tuh dibela-belain jalan menuju target utama “Pasar Sudimampir”

Nah, sampai di tempat tujuan, maka mulailah aku dan teman memainkan ‘mata’ untuk meneliti setiap deretan toko pakaian yang sekiranya menawarkan jenis Sasirangan.
Yang kuingat, kami tidak langsung memarkirkan kendaraan ketika sampai tetapi mencoba mengulur waktu sebentar untuk memutar jalan dan sesegeranya memutuskan untuk mengakhiri.

Rute pertama, kami memasuki pasar Sudimampir Baru, hampir setengah jam memutar hasilnya nihil, pakaian dengan jenis Sasirangan TIDAK ada yang menjualnya.
Sempat kudatangi salah satu toko yang didepannya menawarkan kain sasirangan dan sedikit percakapan dibuka,
Na        :”Ada jual baju jenis Sasirangan kah?”
Penjual :”Kadada, batik Jawa haja nah” (“Nggak ada, adanya Batik Jawa saja”)

Hopeless tuh,mulai ada rasa kesal mendengarnya.
Kemudian, kuputuskan untuk menyusuri deretan toko diseberangnya hingga ke grosiran depan Lima Cahaya Dept.Store. Beberapa toko kulihat ada yang menawarkan baju jenis Sasirangan, namun hanya jenis laki-laki nya saja. Hampir menyerah sudah tuh, kemudian dengan segenap semangat yang tersisa terus berjuang untuk mencari baju jenis batik Kalsel ini.
Setelah menyambangi took terakhir,di temukanlah baju ‘keramat’ itu,
Na        :”Bu,baju sasirangan yang gasan biniannya ada kah?”(Bu,baju sasirangan untuk model perempuannya ada?)
Penjual :”Ada, handak warna kayapa,kam?”(Ada,mau warna apa?)
Dan selanjutnya,bla..bla…bla….

Kesimpulan dari dialog dengan pedagang. Sasirangan sangat jarang dibeli bahkan oleh orang Banjar sendiri, entah dengan alasan apa. Padahal suatu kebanggan bahwa kain atau baju jenis sasirangan ini ringan kantong dan terutama produk lokal sendiri. Rasanya miris melihat keadaan, bahwa secara nasional batik digalakan begitu gencar, merancang batik dengan berbagai model dan fashion yang tak tertinggal. Sedangkan milik lokal jadi terlupakan =_=…
Rasanya ingin memborong semua jenis dan motif kain sasirangan dan mendesainnya sendiri menjadi model yang tak terkalahkan.Hanya karena model baju sasirangan yang ditawarkan di pasaran standar saja, kebanyakan yang tersedia hanya model kemeja biasa, bukan berarti mengurangi rasa bangga terhadap sasirangan, bukan. Dengan sedikit inisiatif dan kreatifitas yang dimiliki, aku yakin saja sasirangan bias bersaing dengan model batik yang begitu fashionistaa……

10/05/2011

See you my 'crazy' Sista...

Setelah sekian bulan mengenal, gila bersama dan hancur hancuran dalam berbagai hal (owhh..dia gak akan marah kalo di bilang kayak gitu)

So, just wanna say -goodbye- to you Crista Veronica Sumen..hikss...
Akan sangat merindukan kegilaan bersama mu.
Walaupun persaudaraan di kost terhenti sampai tadi sore, tetapi untuk selanjutnya tak akan pernah putus.





Dan lagi selamat untukmu telah menyandang gelar S.H gkgkgk...
Sekarang ini, perjuanganku untuk meraih sukses! Amin.

9/21/2011

So Long,..Rehat.

Huhu,....
Hanya karena masalah modem 'ajib' gak punya nyawa, maka ngeblog pun sempat rehab.
Tapi, rasanya benar-benar merindukan cuap-cuap di dunia kecil ini..wkwkwk...

Kehidupan kampus kembali lagi dengan segala tetek bengek nya dan jelas sekali lebih banyak 'bengek' deh daripada yang lain-lain nya.
Setelah akhirnya menjatuhkan keputusan pada konsentrasi Komunikasi Pembangunan (Development Of Communication), rasanya cocok saja dengan hasilnya, seorang yang harus mengikuti langkah sang idola. Seperti motto hidup Independent Life. Tapi, keputusan tidak salah, aku lebih banyak mengambil mata kuliah pada semester ini, gak peduli tuh ya..gak masuk krs! Pokoknya harus sibuk dikampus dan bengek dengan mata kuliah. hahahaha....

Dua hari sebelum full untuk menghanyutkan diri dengan kuliah. Aku cukup puas dengan perjalanan kecil menuju Tirai Hujan. Memutuskan untuk mengecap kebebasan alam barang sebentar. Memuaskan, dan tak perlu dibagi kepada siapa pun (haha...aku cukup pelit dengan nuansa seperti ini)

Ini Cerita Malam itu

Dan, untuk beberapa waktu ke depan aku masih menyiapkan beberapa rencana yang kuharap -semoga- terwujud. Bersiap untuk sedikitr demi sedikit menapaki hidup dengan nuansa baru.

8/24/2011

Miley Cyrus "When I Look At You"

So, sedang menikmati betul lagu ini. Walaupun sudah hampir satu tahun berlalu sejak kemunculannya pada soundtrack The Last Song movie yang diperankan Miley bersama Liam Hemsworth.

Everybody needs inspiration
Everybody needs a song
A beautiful melody
When the nights are so long

'cause there is no guarantee
That this life is easy

Yea when my world is falling apart
When there's no light
To break up the dark
That's when I
I look at you

When the waves are flooding the shore
And I can't find my way home any more
That's when I
I look at you

When I look at you
I see forgiveness
I see the truth
You love me for who I am
Like the stars hold the moon
Right there where they belong
And I know I'm not alone

Yeah when my world is falling apart
When there's no light
To break up the dark
That's when I
I look at you

When the waves are flooding the shore
And I can't find my way home any more
That's when I
I look at you

You appear just like a dream to me
Just like kaleidoscope colors that cover me
All I need
Every breath that I breathe
Don't you know you're beautiful
Yeah yeah

When the waves are flooding the shore
And I can't find my way home any more
That's when I
I look at you

I look at you
Yeah
Whoa-oh
You appear just like a dream to me

8/23/2011

Prepare to Future ^^

       Segala kehidupan itu pasti berubah dan akan terus berubah.
Seperti yang terjadi kini, rasanya kehidupan kanak-kanak baru saja dijalani.
Berawal, dari sebuah undangan pernikahan teman yang datang kepadaku. Wow, rasanya seperti sesuatu yang mustahil begitu,hihi..
Tetapi, tentu saja berpikir mustahil sama artinya memikirkan si”ndul” akhirnya pergi ke salon (hoooo).
Dan setelahnya, ini adalah kenyataan. Sesuatu yang akhirnya harus diterima oleh keadaan dengan logis.
       Sebetulnya, memikirkan pernikahan masih jauh dalam list kehidupan, mengingat aku harus betul betul menata lagi dan lagi jalur kehidupan yang harus ditempuh. So, prepare for future, gals.
Tapi, meluangkan waktu untuk setidaknya berpikir, tak salahnya jika seandainya waktu itu nanti hadir. Rasanya ingin seperti apa segala kesiapannya iia,...
Ah, sepertinya tidak ada bayangan sama sekali deh.
       Begini saja, kalau jodoh panjang nih dengan si’ndul’ rasanya memandang bahwa memiliki kegemaran yang sama menjadi tolak ukur bagaimana nanti memiliki konsep Moslem's Wedding Party, yang artinya kesederhanaan saja, hihi..

       Dengan wedding dress yang simple, walaupun jelas model kebaya tetap menjadi pilihan utama untukku dalam sebuah pesta sakral, dibalut dengan warna hijau lumut. Dan jangan pernah ketinggalan untuk merangkaikan bunga yang manis di balutan kerudungnya,humm..sepertinya begitu ciamik dipandang.
kemudian untuk my future man (???) tentu saja pakaian yang senada warnanya dengan diriku,..hohoho,..
sebagai referensi yang ada nih, aku cukup menyaksikan wedding's party nya kakak sepupu ku awal januari 2011 yang lalu, rasanya senang melihat konsep pakaiannya simple, elegan dan kesan mewah tetap terjaga.
umm, kalau warnanya ku ubah jadi hijau lumut gk apa apa iia,..hihi..
 
umm, bagaimana iia memikirkan si'ndul' mengenakannya =_=', rasanya dia akan terus mengeluh kepanasan sepanjang waktu bahkan sebelum pakaian itu menempel di tubuhnya.


       Lalu, perayaan tanpa musik itu hampa. Sebetulnya, kesukaan ku pada musik cenderung mellow and rileks. Jadi, tak salahnya musik musik instrument akan terus berdentang sepanjang acara berlangsung, dan tidak menutup kemungkinan juga akan dimeriahkan oleh group band yang tak kalah heboh. haha...rasanya, aku ingin mengundang Naif band untuk berhadir di acara istimewa ku itu.
Bagi pecinta kuliner, tak perlu takut kehilangan rasa. Lidah para undangan tetap akan kumanjakan dengan selera khas Banjar dan kupikir selera Sunda juga tak buruk, mengingat aku penyuka pedas. So, i love Indonesia specially banjar, segala konsep tak akan kubiarkan sedikitpun jauh jauh dari budaya lokal,.hoho..
       Untuk penataan tempat sang mempelai nih, tak ingin muluk muluk outdoor's party akan tetap dijunjung tinggi, terserah deh mau kebun nya siapa yang di pake. Dengan dikelilingi bunga kamboja dan tulip akan menambah keeksotikan pesta deh. Tatanan meja dan kursi tamu yang di sebar setelah sebuah pancuran air yang berada di depan panggung mempelai dengan -tetap- hijau berpadu coklat. So, natural's wedding party be ready,...

    

8/14/2011

Be Your Self


Pengenalan jati diri, file itulah yang akhirnya kutemukan dari sekian tumpuk file di data ‘si coklat jinjing’ ini. Rasanya aku tidak pernah ingat menyimpan tulisan tentang ini di sini. Tapi, daripada harus menjadi kumpulan ‘junk’ tak ada guna, ku buka dan coba memahami apa sih yang di tulis dari konsep pengenalan jati diri itu.
Berhubung kelompok “minoritas” yang ku ikuti ini lebih mengembangkan kepada skill lapangan serta kecakapan dalam berorganisasi, maka tidaklah salah jika jati diri menjadi kunci penting dalam memahami diri guna memantapkan kinerja masing-masing personalnya. Dan kupikir diriku yang tak ada guna ini, masih jauh dari yang namanya bagaimana jati diri itu sebenarnya.

Sedikit berbagi saja nih, seperti apa sih mengenal jati diri itu baik orang lain dan kepada diri sendiri yang penting.
Siapa aku?
Seperti apa aku?
Jati diri merupakan suatu pembawaan ilmiah manusia yang terbentuk dari bebeapa faktor, beberapa seperti keluarga, sosial masyarakat, lingkungan pergaulan.
Beberapa pengaruh nya terhadap kehidupan pribadi individu:
    Berpengaruh terhadap pembentukan :
  • Prinsip.    
  • Karakteristik
  • Life Style ( gaya hidup)
  • Pola pikir
  • Kepribadian
  • Tingkah laku sehari-hari
  • Mobilitas kerja keseharian.
Bagaimana cara mengenal jati diri:
                # Pribadi
-          Posisi dalam lingkungan kehidupan keluarga , masyarakat, pergaulan;
-          Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki;
-          Karakter: Apa saja perihal yang kusenangi dan apa saja perihal yang kubenci. 
# Orang lain
-          Abstrak, tidak dapat diketahui secara khusus, jati diri hanya dikuasai oleh individu.

Sebagai pencinta alam yang aktifitasnya terjun langsung kelapangan, penguasaan karakteristik pribadi maupun anggota kelompok itu sangat penting. Mengapa demikian? Karena tanpa penguasaan tersebut team work atau pun aktifitas kerja kelompok akan mengalami kendala dalam visi dan misi yang ingin dicapai, karena berkenaan dengan hal-hal yang berkaitan dengan (pola fikir, prinsip dan Mobilitas kerja) individu-individunya.

                Bagaimana cara mengenal karakter:
1.        Pola pikir
2.        Sifat:
a.        Emosional (kepekaan terhadap suatu konflik baik positif maupun negative)
b.        Ego (ambisius atau tidaknya manusia)
3.        Gaya hidup (cenderung yang dominan), cth: senang dengan cara hidup yang simple, ada pula                     senang dengan cara hidup dan pola fikir orang orang barat yang sering membuat sensasi
4.        Latar belakang kehidupan lingkungan (keluarga, masyarakat, pergaulan)yang mengarah pada  acuan pendidikan bagi individu,
5.        Sejarah hidup.


Apabila sudah dikuasai maka ilmu ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang dengan sendirinya dapat berkamuflase dalam setiap element kehidupan.

Nah, setidaknya cukuplah bagi kita (terutama aku iia,..) bisa memahami bagaimana jati diri itu ada dan memahamai bagaimana jati diri it sendiri. Sesungguhnya, jati diri tidak hanya di pahami dalam materi-materi begitu saja tetapi lebih kepada bagaimana teknis praktisnya. Hmmm,…kupikir tak perlu lah kita sesempurna sebuah teori, tetapi bisa berpikir lebih baik dari kemarin saja itu sudah menjadi hal yang lebih dari jati diri.

8/10/2011

a Time to Remember

Soe Hok-Gie 'MANDALAWANGI PANGRANGO

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang jurang mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel ransel kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas batas hutanmu, melampaui batas batas jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-7-1966


Soe Hok-Gie "TERAKHIR"
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.