Sekilas mungkin masih
asing mendengar nama Sebatung. Awalnya pun saya juga tidak tau kalau Sebatung
itu ternyata nama sebuah kawasan tropis dunia yang ada di Kalimantan Selatan
tepatnya di Kabupaten Kotabaru, kami menyebutnya Pulau Kotabaru karena memiliki
wilayah atau pulau sendiri di garda depan Pulau Kalimantan Selatan. Kali ini
saya bersama rekan di Mapala Fisipioneer
Fisip Unlam Banjarmasin berkesempatan bergabung dengan saudara-saudara yang
lain untuk ikut bersama-sama menilik potensi yang ada di Gunung Sebatung ini.
Kawasan Hutan Lindung Gunung Sebatung ini secara administratif berada pada tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Laut Utara, Pulau Laut Tengah dan Pulau Laut Timur. Berbatasan dengan Desa Gunung Sari, Megasari Sebelimbing Gunung Ulin, Stagen, Semayap, Baharu Utara, Gedambaan, Teluk Gosong, Seratak. Berangas dan Teluk Mesjid. Pada Tahun 2010 Kawasan Hutan Lindung Gunung Sebatung ditata batas definitifnya 7.561,95 Ha dengan batas sepanjang 57.060,67 meter (± 57 Km). adapun secara geografis Gunung Sebatung terletak antara 116 º 10' 42,0'' sampai dengan 116º 15' 50,5'' Lintang Selatan dan 03º 19' 30,5'' sampai dengan 03º 20' 38,3'' Bujur Timur.
| Kawasan Hutan Lindung Gunung Sebatung |
| Pondok Kakek |
Berbincang tentang
flora dan fauna yang ada di kawasan Gunung Sebatung ini. Ada banyak jenis flora
yang memiliki potensi untuk di kembangkan bagikehidupan masyarakat sekitarnya.
Pada kaki gunung, kita akan menemui beragam jenis pohon buah-buahan seperti durian,
langsat, kakao, pisang, enau dan berbagai buah-buahan yang tiap bulan berganti
musim. Jadi, kita tidak akan merasa kelaparan kalau ingin mengitari wilayah gunung Sebatung.
Ada banyak sekali
potensi yang dimiliki Gunung Sebatung ini. Walaupun dalam perjalanan kali ini,
tidak dilalui hingga mencapai puncak. Tetapi, saya yakin jauh menuju Top di
sana Sebatung masih menyimpan harta berlimpahnya. Hal ini, terbukti dengan
perbincangan kami dengan warga sekitar bahwa potensi hutan kayu Meranti,
Keruing, Ulin, Lana, Cemara Batu serta Rotan berada di sekitaran Sebatung yang
kaya akan sumber daya alam ini. Tak heran jika Kawasan Hutan Lindung Gunung
Sebatung berjuluk sebagai Miniatur Hutan
Tropis Dunia.
Segala kebutuhan untuk
memenuhi hajat hidup tersedia dengan alami di Gunung Sebatung ini. Sayang jika
kita harus mencemarinya barang setitik, seperti membuang sampah, sikap
vandalisme terhadap alam.
Rute perjalanan yang
seharusnya memang bisa dicapai 1 atau 2 jam trekking. Tetapi, diperlukan waktu
lebih untuk benar-benar mengamati segala potensi yang disimpan Gunung Sebatung.
Alhasil, perjalanan yang dimulai pukul 10.00 pagi berakhir pada pukul 03.00
siang. Saya rasa hiking kali ini begitu
terasa karena tidak hanya sekadar berjalan melintas alam tetapi juga mengamati
serta mengenal lebih jauh keanekaragaman hayati nya. Dari 17 tim yang ikut
serta dalam kompetisi ini, Mapala Fisipioneer menurunkan 2 tim langsung untuk
ikut andil dalam pelestarian potensi Gunung Sebatung. Here they are…
Keberuntungan berada di
pihak kami. Mapala Fisipioneer berhasil menjadi Terbaik 1 dalam kompetisi ini
serta menjadi tim dengan Tulisan Riset Terbaik. Walaupun sebenarnya sempat terbesit
rasa pesimis dalam kompetisi ini karena melihat peserta lain yang juga memiliki
potensi lebih kuat karena dasar pendidikan mereka lebih khusus pada ilmu-ilmu
kehutanan. Tetapi, tentu saja tidak menurunkan semangat kami untuk tetap maju
bahkan kami tekadkan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya sekadar partisipasi
kegiatan tetapi liburan. Jadilah kami bertanding dengan hati lapang dan penuh
kesenangan dengan menikmati alam sebelum nantinya kembali ke rutinitas yang
menjenuhkan…
Research Of Exploring Natural Resourches Of
Sebatung 2013 (16-17 februari)
"Hutan dan segala isinya bukan warisan untuk kita tapi titipan anak cucu kita. mari kita kembalikan dalam keadaan lebih baik"



