Laman

2/21/2013

Natural Resources of Sebatung



Sekilas mungkin masih asing mendengar nama Sebatung. Awalnya pun saya juga tidak tau kalau Sebatung itu ternyata nama sebuah kawasan tropis dunia yang ada di Kalimantan Selatan tepatnya di Kabupaten Kotabaru, kami menyebutnya Pulau Kotabaru karena memiliki wilayah atau pulau sendiri di garda depan Pulau Kalimantan Selatan. Kali ini saya bersama rekan  di Mapala Fisipioneer Fisip Unlam Banjarmasin berkesempatan bergabung dengan saudara-saudara yang lain untuk ikut bersama-sama menilik potensi yang ada di Gunung Sebatung ini.

Kawasan Hutan Lindung Gunung Sebatung ini secara administratif berada pada tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Laut Utara, Pulau Laut Tengah dan Pulau Laut Timur. Berbatasan dengan Desa Gunung Sari, Megasari Sebelimbing Gunung Ulin, Stagen, Semayap, Baharu Utara, Gedambaan, Teluk Gosong, Seratak. Berangas dan Teluk Mesjid. Pada Tahun 2010 Kawasan Hutan Lindung Gunung Sebatung ditata batas definitifnya 7.561,95 Ha dengan batas sepanjang 57.060,67 meter (± 57 Km). adapun secara geografis Gunung Sebatung terletak antara 116 º 10' 42,0'' sampai dengan 116º 15' 50,5'' Lintang Selatan dan 03º 19' 30,5'' sampai dengan 03º 20' 38,3'' Bujur Timur.


Kawasan Hutan Lindung Gunung Sebatung


Pondok Kakek
Batu Susun
Air Terjun
Menikmati Sungai sambil Berendam

Berbincang tentang flora dan fauna yang ada di kawasan Gunung Sebatung ini. Ada banyak jenis flora yang memiliki potensi untuk di kembangkan bagikehidupan masyarakat sekitarnya. Pada kaki gunung, kita akan menemui beragam jenis pohon buah-buahan seperti durian, langsat, kakao, pisang, enau dan berbagai buah-buahan yang tiap bulan berganti musim. Jadi, kita tidak akan merasa kelaparan kalau ingin mengitari wilayah gunung Sebatung.
















Ada banyak sekali potensi yang dimiliki Gunung Sebatung ini. Walaupun dalam perjalanan kali ini, tidak dilalui hingga mencapai puncak. Tetapi, saya yakin jauh menuju Top di sana Sebatung masih menyimpan harta berlimpahnya. Hal ini, terbukti dengan perbincangan kami dengan warga sekitar bahwa potensi hutan kayu Meranti, Keruing, Ulin, Lana, Cemara Batu serta Rotan berada di sekitaran Sebatung yang kaya akan sumber daya alam ini. Tak heran jika Kawasan Hutan Lindung Gunung Sebatung berjuluk sebagai Miniatur Hutan Tropis Dunia.
Segala kebutuhan untuk memenuhi hajat hidup tersedia dengan alami di Gunung Sebatung ini. Sayang jika kita harus mencemarinya barang setitik, seperti membuang sampah, sikap vandalisme terhadap alam.






Rute perjalanan yang seharusnya memang bisa dicapai 1 atau 2 jam trekking. Tetapi, diperlukan waktu lebih untuk benar-benar mengamati segala potensi yang disimpan Gunung Sebatung. Alhasil, perjalanan yang dimulai pukul 10.00 pagi berakhir pada pukul 03.00 siang. Saya rasa hiking kali ini begitu terasa karena tidak hanya sekadar berjalan melintas alam tetapi juga mengamati serta mengenal lebih jauh keanekaragaman hayati nya. Dari 17 tim yang ikut serta dalam kompetisi ini, Mapala Fisipioneer menurunkan 2 tim langsung untuk ikut andil dalam pelestarian potensi Gunung Sebatung. Here they are…


Tim Mapala Fisipioneer
Tim Mapala Fisipioneer No. Peserta 06


Tim Mapala Fisipioneer No. Peserta 04

Keberuntungan berada di pihak kami. Mapala Fisipioneer berhasil menjadi Terbaik 1 dalam kompetisi ini serta menjadi tim dengan Tulisan Riset Terbaik. Walaupun sebenarnya sempat terbesit rasa pesimis dalam kompetisi ini karena melihat peserta lain yang juga memiliki potensi lebih kuat karena dasar pendidikan mereka lebih khusus pada ilmu-ilmu kehutanan. Tetapi, tentu saja tidak menurunkan semangat kami untuk tetap maju bahkan kami tekadkan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya sekadar partisipasi kegiatan tetapi liburan. Jadilah kami bertanding dengan hati lapang dan penuh kesenangan dengan menikmati alam sebelum nantinya kembali ke rutinitas yang menjenuhkan…





                      Research Of Exploring Natural Resourches Of Sebatung 2013 (16-17 februari)
"Hutan dan segala isinya bukan warisan untuk kita tapi titipan anak cucu kita. mari kita kembalikan dalam keadaan lebih baik"

2/13/2013

Pojok Merenung di Ruang Terasing

Setiap orang pasti memiliki tempat favorit atau mungkin daerah favorit yang biasanya mereka tenang dengan keberadaan mereka di tempat tersebut. Dan hal ini juga berlaku dengan saya. Siapa sih yang tidak ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri??? Terlebih berada di tempat favorit yang sudah saya sebut tadi.

Sebagai anak kost – kostan nih, jelas kamar merupakan tempat teindah bagi penghuninya. Tapi, gak cuma itu sih… ada sudut yang benar-benar membuat saya nyaman dengan segala renungan, khayalan, fantasi dan harapan yang membuncah di tiap detik kehidupan saya (upss..agak berlebihan ya???)Tapi, kan memang benar adanya tuh…

Intip sedikit nih…


 

Nah, tipe seperti apa kira-kira orang yang memiliki pojok favorit seperti ini di kamarnya??? Yang jelas saya menyukai sekali dengan istilah ‘membaca’. Walaupun lebih banyak jenis bacaan kampus a.ka buku pedoman kuliah. Tapi, saya juga penyuka jenis bacaan fiksi tebal yang ngalahin bantal saya tidur (saking tebalnya malah kebawa tidur tu buku).
Agak berantakan memang ya...haha...

Asik ya,..saya kasih istilah Pojok Merenung di ruang terasing. Karena hanya di kamar ini nih saya merasa nyaman dengan keterasingan dari bising kota selain tentunya hutan dan gunung hoho…
Upss…ada yang ngintip dari balik meja kecil tuh, cemilan, teman di Pojok Merenung. Kalau yang itu wajib kudu harus hadir di setiap melakukan ritual merenung, mengkhayal, berfantasi dan berharap tentunya.

Kalau yang ini sebagian imun otak yang nangkring di Pojok Merenung





That’s it…

2/08/2013

Perahu Kertas

Sebagai penggemar membaca, tentunya akan banyak buku yang menjadi list favorit dalam perpustakaan saya dan untuk beberapa waktu saya masih menyimpan kesan yang mendalam terhadap salah satu dari sekian judul buku yang banyak menarik saya. Sebelumnya, saya mengenal penulis ini dari buku yang ketika saya baca malah membingungkan saya dengan pikiran-pikiran penuh menjangkau logika. Padahal waktu itu jelas sekali saya telah hidup di usia yang nyatanya memang harus mulai menuntut bahasa 'dalam' seorang pemikir (nah,ketinggian ya?)

Rangkaian kalimat seorang Dewi "Dee" Lestari ini memang menghisap segala arah fokus saya untuk tak 'selingkuh' ke lain hal.
Dan salah satu buku yang masih saya kecap kedalaman maknanya tentu cerita yang penuh kompleksitas kehidupan anak remaja yang tak pernah berhenti bermimpi "Perahu Kertas"

Berkisah tentang seorang Kugy, si mungil yang penghayal penuh dengan untaian dongeng indah dari benaknya dan seorang Keenan, si Jangkung yang memiliki hasil tangan terindah yang berbuah lukisan. Mereka bertemu untuk saling merangkai cerita di antara rintangan dan misteri. Mempertemukan seorang pendongeng dengan seorang pelukis.


Gak sengaja sebenarnya kenal dengan novel ini, iseng jalan jalan di suatu mall. Pas liat posternya nampang gede di pojokan sektar pintu keluar langsung kepincut nih. Sebelumnya malah gk tau ni buku racikannya mbk Dee, taunya pas filmnya booming...hoho..
Tapi, beneran deh gak bakalan bisa ngilangin kedalaman makna disetiap karakter tokohnya, kena banget.


Dan dari situ deh, saya akan selalu menunggu rangkaian kalimat yang mendalam dari seorang Dee. Walaupun seri Supernova nya belum lengkap, gak apa deh. Pelan-pelan ngumpulinnya..
So, untuk kalian yang penggemar banget sama yang namanya baca, baca dan baca. Ini sebuah referensi yang gak akan membuat kalian berhenti berfantasi ria.